sunray

sunray
Light

Rabu, 18 Desember 2013

BENARKAH ELISA LAM MENGIDAP BIPOLAR DISORDER ????




Masih ingat dengan kasus Elisa Lam?? Beberapa bulan yang lalu misteri meninggalnya Elisa Lam sempat ramai diperbincangkan. Meski sedikit telat, saya memutuskan mempostingkannya karna punya sedikit pemikiran dengan kasus ini mengenai pertanyaan "APAKAH ELISA LAM MEMANG MENGIDAP BIPOLAR DISORDER?
 
Yang belum mengenal kasus ini, berikut ilustrasi singkatnya:

Pada akhir bulan Februari lalu, ada berita mengejutkan dari sebuah hotel di California. Tubuh seorang gadis bernama Elisa Lam, 21 tahun ditemukan dalam tangki air minum hotel. Yang membuat geger, Hotel Cecil tempat gadis tersebut menginap memiliki reputasi horor dan pembunuhan. Rekaman kamera CCTV menunjukkan bahwa Elisa tampak aneh saat berada dalam lift pada malam hari sebelum dia menghilang. Sampai akhirnya seorang pekerja hotel menemukan tubuh Elisa di dalam tangki air hotel. Kematian Elisa menyisakan pertanyaan besar. Dia menginap seorang diri di hotel saat liburan. Tidak ada hal ganjil selama dia menginap, dia juga tidak bertemu dengan siapapun.




Dalam tulisan ini saya hanya ingin fokus pada tingkah laku Elisa di dalam lift, tidak yang lainnya.
   
Seperti yang sudah dipublikasi, bahwa Elisa meninggal tak luput karna sebuah faktor gangguan kejiwaan (bipolar disorder). Jika anda melihat vidio terakhir tingkah laku Elisa saat berada di dalam lift, anda pasti setuju jika Elisa memang berpenyakit jiwa. Berikut vidionya:




Dalam vidio tersebut, banyak aksi2 Elisa yang mengarahkan kita ke "bipolar disorder". Tapi apakah benar demikian? Jawaban saya adalah BELUM TENTU!!!!

Sekarang saya akan mengemukakan alasan mengapa saya mengatakan belum tentu Elisa mengidap bipolar disorder.

PERTAMA : Keluarga Elisa membantahnya


Iya, diwakili oleh ayah Elisa membantah jika putrinya mengidap bipolar disorder dalam sebuah wawancara. Berikut kutipannya "In response to the reports Lam was allegedly suffering from bipolar disorder, her father replied he believed she was a smart and clever girl who could not have been suffering from any mental disorder" (www.china.org.cn).


KEDUA: Penjelasan perilaku di dalam lift


A. Saat memasuki lift



Saat memasuki lift Elisa langsung memencet beberapa tombol, mencari posisi berdiri, lalu tiba-tiba mengintip di luar lift seolah2 melihat apa ada orang di luar? Mengapa Elisa memencet beberapa tombol nomor dan berperilaku seperti itu. Memang terlihat bukan hal yang normal dilakukan.


Penjelasan:

Dalam dunia traveling, ada yang namanya "panduan keamanan dalam menjaga diri sendiri". Draf ini berfungsi sebagai panduan jika kita melakukan sebuah perjalanan apalagi seorang diri.

Banyak panduan2 yg ada, misalnya panduan berkendaraan untuk mudik: cek ban, oli, dll, panduan bertransportasi umum, dalam kasus Elisa ini, ada yang namanya Panduan menggunakan lift. Berikut isinya:
  • Observe elevator interior before entering. Wait until the next elevator if you are uncertain of any occupant.
  • Females riding the elevator alone should always stand near the control panel. If accosted, press ALL buttons.
  • If a suspicious person enters the elevator, exit before the door closes.
  • Before exiting from the elevator, observe the corridor for suspicious activity.


Setelah mengetahui safety guide tsb, sekarang mari kita evaluasi perilaku Elisa.




Tak lama setelah memasuki lift, Elisa langsung menekan beberapa tombol nomor. 












Setelah itu Elisa terlihat mengambil posisi berdiri di samping panel tombol.








Kedua gambar di atas menunjukkan Elisa sedang mempraktekkan pedoman nomor 2 Females riding the elevator alone should always stand near the control panel. If accosted, press ALL buttons.




Tak lama setelah itu ia menoleh ke kanan dan ke kiri luar lift seolah-olah hendak melihat apakah ada orang lain di luar.  Tindakan ini sebenarnya Elisa sedang menerapkan pedoman nomor 3: If a suspicious person enters the elevator, exit before the door closes.
Jika anda merasa cemas / khawatir diikuti seseorang, pedoman ini adalah paling tepat untuk dilakukan.



Inti dari gambar di atas adalah Elisa masuk ke dalam lift, ia langsung menekan beberapa tombol nomor, mengambil posisi berdiri di dekat panel tombol, memperhatikan luar lift jika merasa ada orang yang dicurigai masuk, siap segera meninggalkan lift. Semua yang dilakukan diatas adalah sebuah standar keamanan menggunakan lift. Tidak diketahui apakah Elisa merasa diikuti (occosted) atau semacamnya saat itu.

B. Tingkah laku aneh di depan lift


Yang dilakukan Elisa di depan pintu lift sangat tidak wajar seperti melambai-lambaikan tangan, mimik yang seolah-olah sedang mengoceh sendiri. Sepertinya tidak salah lagi, dia pasti mengidap bipolar disorder, benarkah demikian? Jika kalian melihat apa yang ada di depan pintu lift, kalian akan menjadi mengerti apa yang sedang Elisa lakukan..







Benda inilah yang saya maksud, ya cermin. Setiap orang pasti pernah bertingkah narsis atau tidak wajar di depan cermin. Tempat di foto ini adalah tempat Elisa berdiri dalam vidio tsb.




   

Sebagai info tambahan, kalian pasti bertanya kenapa pintu lift tidak tertutup dengan segera, seolah-olah ada orang lain di depan sedang menekan tombol dari luar. Jawabannya itu karna lift yang di gunakan oleh Hotel Cecil adalah lift model lama. Jika lift model sekarang, jika kalian menekan tombol angka, maka tidak lama setelahnya pintu akan segera tertutup. Tapi ini tidak terjadi di lift hotel cecil karna modelnya memang tipe lama. Pada lift ini, setelah kita menekan tombol angka, pintu tidak akan segera menutup. Jika kita ingin pintunya segera tertutup, kita harus menekan tombol "close" lagi. Vidio ini adalah buktinya..


Lift di vidio ini adalah lift yang digunakan oleh Elisa.


KETIGA:  Statement Yang Dikeluarkan Pihak LAPD Meragukan

Dari hasil autopsi jenazah, tidak ditemukan zat obat2an apapun, dan dari pihak keluarga juga sudah menyangkal jika Elisa lam menderita bipolar disorder, lalu dari manakah pihak LAPD mengeluarkan statement jika Elisa mengidap Bipolar disorder?.
Ada sebuah temuan yang sedikit mengejutkan. Saat Elisa menghilang (sebelum jenazah ditemukan), pihak keluarga sudah melaporkan kehilangan anggota keluarga. Dan dibawah ini adalah Surat Laporan Orang Hilang yang di keluarkan oleh LAPD:


Format pdf nya bisa download disini.

Coba perhatikan pada bagian "additional", disana tertulis "possibly suffers from mild depression".
Sekali lagi, bukankah orang tua Elisa sudah menyangkal jika Elisa mengidap penyakit kejiwaan? Ini berarti sesungguhnya pihak kepolisian telah mengindikasikan "bipolar disorder" jauh sebelum hasil otopsi. Lalu atas dasar apa statement itu di keluarkan? Tentu saja dari perilaku "tidak" lazim Elisa saat berada di lift.

Itu berarti Kepolisian sebenarnya sudah mengindikasikan bipolar disorder hanya dari pengamatan mereka melalui rekaman cctv saja bukan dari hasil otopsi.
Karna tidak menemukan alasan tubuh Elisa bisa berada di dalam tangki, maka "bipolar disorder" inilah yang paling masuk akal dimasukkan ke dalam laporan kepolisian.

Kesimpulan saya, sesungguhnya statement bipolar disorder yang dikeluarkan kepolisian Tidaklah Valid...

Sumber: semua link di atas






2 komentar:

  1. Ada kebetulan yang sangat aneh dalam kasus Elisa Lam -

    https://www.youtube.com/watch?v=pt8lhNNk9So

    Menyeramkan!

    BalasHapus
  2. Lalu bagaimana kah elisa lam seorang wanita 21 tahun dgn postur asia seperti itu bisa mengangkat tutup tangki sendirian?

    BalasHapus