sunray

sunray
Light

Rabu, 16 November 2016

I AM THE GREATEST EVER, MUHAMMAD ALI CERITA SINGKAT

I AM THE GREATEST EVER =>MUHAMMAD ALI

Cassius Clay, nama asli Ali, mulai bertinju pada usia 12 tahun. Ia memiliki karir yang luar biasa di tinju amatir, memenangkan 134 pertandingan dan hanya menderita 7 kekalahan. Ia mengikuti Olimpiade Roma tahun 1960 dan memenangi mendali emas kelas berat ringan. Pelatih tinju asal Miami, Angelo Dundee kemudian melatih Clay sebagai petinju profesional dan hanya membutuhkan sedikit waktu untuk memoles bakat Clay.


Gaya bertinjunya yang sering kali dianggap melecehkan, dengan yanya sedikit bertahan dan bertumpu pada kecepatan untuk mengalahkan lawan. Ia selalu memproklamirkan dirinya debagai "yang terbaik". Ketika ia mengalahkan juara kelas berat Sonny Liston pada 2 pertandingan tampaknya klaim tersebut memang benar.

Di luar ring, Clay sedang berada dalam transformasi yang akan mengubah sisa hidupnya. Ia mulai terlibat dengan Malcom X dan Nation of Islam, gerakan radikal muslim kulit hitam. Islam memiliki daya tarik bagi Clay karena ia sering kali mengalami perlakuan rasis ketika tumbuh. Kemudian Clay mengubah namanya menjadi Muhammad Ali.

Tahun 1966 ia menolak untuk bergabung dengan wajib militer. Ia mengatakan jika ia tidak memiliki masalah dengan Vietkong. Perihal ini menjadikannya sosok yang dibenci oleh kaum kulit putih AS. Ia menggambarkan dirinya sebagai conscientious objector, yakni orang yang berhak menolak wajib militer. Pada tahun 1967 gelar juara dunianya dicabut dan ia dilarang bertanding di Amerika selama 3 tahun. Tanpa kenal takut, Ali terus memberikan lebih dari 200 pidato anti perang, menentang serbuan AS ke Asia Timur.



Ketika kembali bertanding di atas ring,  ia terlibat dalam 3 pertandingan yang paling terkenal sepanjang masa;  'The Fight of the Century(1971)" dimana ia dikalahkan oleh Joe Frazier,  "The Rumble in the Jungle (1974)" di mana ia kembali merebut mahkota kelas berat dari George Foreman, dan "Thriller in Manila (1975) yang menjadi ajang balas dendamnya terhadap Frazier.

Pada pertandingannya melawan Foreman, Ali menggunakan taktik yang disebut "rope a dope", dengan membiarkan Foreman memukuli dirinya sepanjang 7 ronde hingga lelah, kemudian membalasnya pada babak ke 8 dan memukul K O musuhnya itu.

Ali terus bertarung hingga awal 1980an, pada saat itu tenaganya telah berkurang. Ali lebih dari seorang olahragawan super. Ia memegang teguh prinsipnya, bahkan ketika hidupnya terancam. Ali dapat membungkam kritik-kritik terhadapnya dengan keberanian dan kharismanya. Sejarah membenarkan sikapnya terhadap perang Vietnam, ia memperoleh pembenaran di mata dunia.

Sejak tahun 1980 Ali terkena penyakit Parkinson. Videonya dengan tangan gemetar ketika menyalahkan api Olimpiade Atlanta tahun 1996 menyentuh hati semua orang. Pada tahun 1999 ia terpilih sebagai olahragawan abad ini. Meskipun tubuhnya lemah, ia tetap berkeliling dunia untuk menjadi duta bagi masalah kemanusiaan. Ia terus berbicara mengenai Islam yang damai setelah peristiwa 11 September.

Rabu, 02 November 2016

LUDWIG VAN BEETHOVEN : BIOGRAFI / CERITA SINGKAT

Ia lahir di Bonn, Jerman. Ayah dan kakeknya bekerja sebagai penyanyi istana bagi elektor uskup agung Bonn. Saat berusia 9 tahun Beethoven menerima pelajaran menggubah musik dari Christian Gottlob Neefe, pemain organ istana Bonn. Kemudian ia menjadi asisten pemain organ resmi pada usia 14 tahun.


sumber gambar


Setelah ibunya meninggal, ia menjadi tulang punggung keluarga terutama karena ayahnya semakin tidak mampu. Ia mulai bekerja sebagai guru musik bagi anak-anak punggawa istana yang kaya, selain naik pentas sebagai pemain biola di orkestra istana dan teater lokal. Posisinya memungkinkan Beethoven bertemu banyak bangsawan berpengaruh, termasuk Wina Count Ferdinand Waldstein, musikus yang menjadi teman dan pengayomnya. Barangkali berkat pengaturan Waldstein, Beethoven bisa pergi ke Wina untuk belajar pada komposer Hadyn atas biaya sang atasannya. Ia meninggalkan Bonn pada tahun 1792 dan tidak pernah pulang.

Tahun 1796, Beethoven mulai mengalami tinitus. Dengingan terus-menerus di telinganya membuat ia sulit mendengar dan menghayati musik ataupun bercakap-cakap. Hebatnya tahun-tahun berikutnya sampai sekitar 1802, dianggap "masa awal" Beethoven, ketika ia menggubah sejumlah karya piano penting. Gubahan-gubahannya brilian dan indah meski belum seinovatif musik yang ia ciptakan nanti. Namun saat ini tidak diragukan lagi kondisinya serius dan semakin parah. Bagi seorang komposer tidak ada hal lain yang sedemikian menghancurkan seperti itu. Ia menyadari bahwa kariernya sebagai virtuoso sudah tamat, ia mulai berfokus menggubah lagu. Di tahun ini (1802), ia menulis sepucuk surat "Pengakuan Heiligenstadt" yang di alamatkan kepada "kekasih abadinya" baru ditemukan setelah ia meninggal.

Walaupun tidak bisa mendengar musik yang ia gubah, ketuliannya yang perlahan semakin memburuk bertepatan dengan gubahan-gubahannya yang semakin brilian. Karya-karya periode terakhirnya ditandai oleh keintiman dan daya emosi yang semakin meningkat. Sonata-sonata piano terakhirnya, opus 109, 110, dan 111 adalah karya luar biasa dengan kompleksitas yang bersanding sempurna dengan lirisme. Pada tahun 1817 Beethoven tuli total, namun Simfoni no. 9 karya agungnya yang tercipta tahun 1824 meledak-ledak yang menampilkan koor penuh, menampilkan kecerdasan mendalam yang kuat.

Sewaktu ia menjadi konduktor pementasan pertama untuk simfoni no. 9 nya di teater Karntnertor pada 1824, para pemain solo dalam orkestra menunjukkan kepadanya bahwa penonton bertepuk tangan menyambut karyanya. Ia membalikkan badan untuk melihat kekaguman tanpa suara itu. Ia sudah tuli sepenuhnya, terisak dan tidak pernah mendengar karya yang baru saja dipentaskan dan memperoleh banyak pujian.

Kita tidak pernah mengetahui penyebab ia tuli. Otopsi mendiagnosis telinganya bengkak yang lama kelamaan melepuh. Analisis terhadap rambutnya mengungkapkan kadar timbel yang tinggi. Ia dimakamkan ddngan upacara luar biasa di Wina, yang cocok dengan komposer paling hebat pada masanya ataupun masa-masa lainnya.

Semasa hidupnya ia kesulitan menjalin hubungan akibat rentan mengalami suasana hati yang buruk, Ia tidak pernah menikah.

"Wahai kalian orang-orang yang berpikir atau berkata aku jahat, keras kepala, atau benci manusia. Betapa salahnya pikiran kalian. Kalian tidak tahu penyebab aku begitu... selama 6 tahun aku tidak berdaya, diperparah oleh para dokter yang bodoh, setiap tahun harapanku membaik terenggut, dan akhirnya terpaksa menghadapi siksaan permanen yang perlu bertahun-tahun untuk sembuh atau bahkan malah mustahil."

http://www.beethoven.ws/loss_of_hearing.html
http://www.lvbeethoven.com/Bio/BiographyHeiligenstadtTestament.html
http://www.all-about-beethoven.com/heiligenstadt_test.html